Chat Box

User Yang Sedang Online
Total 3 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 3 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 24 pada Mon Oct 04, 2010 10:03 am
Total Pengunjung
Website counter
Visitor

Tutorial C++

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

default Tutorial C++

Post by risdo on Thu Oct 29, 2009 1:16 pm

Spoiler:
Latar Belakang
Bahasa C++ diciptakan oleh Bjarne Stroustrup di AT&T Bell Laboratories pada awal 1980an sebagai pengembangan dari bahasa C. Pada mulanya bahasa ini dikenal sebagai "C with Classes" (nama C++ digunakan sejak 1983, setelah diusulkan oleh Rick Mascitti). Pada tahun 1985 bahasa ini mulai disebarluaskan oleh AT&T dengan mengeluarkan perangkat lunak cfront yang berfungsi sebagai C++ translator (cfront menerima masukan program bahasa C++ dan menghasilkan kode bahasa C). Perancangan bahasa C++ didasarkan pada bahasa C, Simula67, Algol68, dan Ada. Sebagai contoh, konsep \class" diambil dari bahasa Simula67, konsep operator overloading dan kemungkinan penempatan deklarasi di antara instruksi diambil dari bahasa Algol68, konsep template dan exception diambil dari bahasa Ada. Bahasa C++ memperluas kemampuan bahasa C dalam beberapa hal yaitu:
(1) memberikan dukungan untuk menciptakan dan memanfaatkan abstraksi data,
(2) memberikan dukungan untuk object-oriented programming, dan
(3) memperbaiki beberapa kemampuanyang sudah ada pada bahasa C.
Upaya pembakuan terhadap bahasa C++ sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir dan pada bulan Oktober/November 1998, ANSI telah mengeluarkan standard untuk bahasa C++.

Perbandingan C++ dengan C
Komentar
Komentar di dalam C++ dapat juga dituliskan setelah simbol //. Jika komentar yang dituliskan di antara /* dan */ bersifat block-oriented, komentar yang dituliskan setelah tanda // bersifat line-oriented.

Masukan dan Keluaran
Dalam bahasa C, penulis program biasanya menggunakan perintah scanf() atau printf() untuk keperluan operasi keluaran/masukan dari stream. Bahasa C++ memiliki operasi masukan/keluaran melalui objek cin, cout, dan cerr sebagai pasangan dari stdin, stdout, dan stderr

Deklarasi variable
Selain di awal blok, variable/objek dapat dideklarasikan/ didefinisikan di antara instruksi. Dalam bahasa C, deklarasi variabel harus selalu dilakukan di luar atau di awal blok.
CODE
void main()
{
int x = 1; // contoh baris komentar pertama
// contoh baris komentar kedua
printf("x = %d\n",x);
float r; // didefinisikan di antara instruksi
r = 5.0;
}


Perubahan Tipe
Perubahan tipe (typecasting) dalam C++ dapat dipandang sebagai pemanggilan fungsi dengan nama tipe yang digunakan dalam casting.

Reference
Dalam hal pengelolaan variabel dan parameter, C++ juga menyediakan reference variable, dan call by reference. Reference ke suatu variabel adalah nama alias terhadap variabel tersebut. Reference berbeda dengan pointer. Jika sudah digunakan untuk mengacu suatu objek/variabel, reference tidak dapat direset untuk mengacu objek/variabel lain. Fasilitas
ini dapat dimanfaatkan untuk memberikan alias terhadap suatu variabel yang mempunyai nama yang panjang (misalnya karena berada dalam struktur yang berlapis-lapis).
CODE
int x = 5;
int &xr = x; // xr mengacu pada x
xr++; // xr merupakan alias dari x

Penggunaan reference yang lain adalah untuk call by reference dan return value dari sebuah fungsi. Dengan demikian, dalam bahasa C++ simbol & digunakan dengan dua makna, yaitu sebagai address-of dan reference. Setiap pendefinisian variabel referensi harus selalu diinisialisasi oleh variabel lain. Dalam contoh di atas, variabel xr tidak berisi alamat dari x, seperti halnya pada
CODE
int *py;
int &yr; // error (tidak diinisialisasi)
int y;
py = &y; // py akan berisi alamat dari y


Terakhir diubah oleh Risdo tanggal Sat Oct 31, 2009 7:32 am, total 1 kali diubah
avatar
risdo
Admin
Admin

Posts : 209
Reputasi : 377
Cendol : 1
Join date : 26.10.09
Location : Bekasi

Lihat profil user http://c0b4d1b4c4.indonesianforum.net

Kembali Ke Atas Go down

default Re: Tutorial C++

Post by risdo on Thu Oct 29, 2009 1:17 pm

Function Overloading
Spoiler:

Nama fungsi yang sama dapat dideklarasikan dengan function signature yang berbeda. Fasilitas ini sering disebut sebagai function name overloading. Function signature adalah jumlah dan tipe parameter formal sebuah fungsi.
Dalam C++, pemanggilan fungsi tidak hanya ditentukan oleh nama fungsi, tetapi juga oleh jenis dan banyaknya parameter aktual. Fasilitas yang berkaitan dengan fungsi yang ada di C++ lainnya adalah template function, operator function, inline function.

Nilai default parameter formal
Dalam C++ parameter formal dapat diberi nilai default. Dalam Contoh dibawah ditunjukkan fungsi MoveWindow() yang memiliki 3 parameter formal, dua di antaranya diberi nilai default. Pemanggilan MoveWindow() (seperti pada baris 13 dan 14) dapat dilakukan dengan memberikan satu, dua, atau tiga parameter aktual.

CODE
//Function overloading
1 void swap(int &x, int &y) { /* swap integer */
2 int tmp;
3
4 tmp = x;
5 x = y;
6 y = tmp;
7 }
8
9 void swap(float &x, float &y) { /* swap float */
10 float tmp;
11
12 tmp = x;
13 x = y;
14 y = tmp;
15 }
16
17 void main() {
18 int x=5, y=10;
19 float v=5.3, w=4.2;
20
21 swap(x,y); // otomatis memanggil swap integer
22 swap(v,w); // memanggil swap float
23 }


Operator-operator Baru
C++ juga mende nisikan beberapa operator baru seperti global scope ( unary :: ), class scope ( binary :: ), new, delete, member pointer selectors ( ->*, .* ) dan kata kunci baru seperti:
class, private, operator, dsb.
Operator scope digunakan untuk menegaskan ruang lingkup dari sebuah nama. Pada Contoh dibawah ini ditunjukkan beberapa cara menggunakan operator ini di dalam fungsi Print().
CODE
1 int x;
2 class List
3 {
4 int x;
5 List *next;
6 public:
7 void Print()
8 {
9 int x;
10
11 x = 5; // local (baris 9)
12 List:: x = 10; // anggota data (baris 4)
13 :: x = 23; // global (baris 1)
14 }
15 };


Tag name
Nama kelas atau enumerasi (tag name) adalah nama tipe (baru)
CODE
enum TOption {OP_READ, OP_WRITE, OP_CREATE};
TOption file_op; // dalam \C++: `TOption' otomatis menjadi nama tipe
enum TOption file_op; // dalam C


Anonymous union
Nama tag sebuah union dapat dihilangkan.
CODE
struct Ident {
char *nama;
char type;
union /* tanpa tagname */ { /* anonymous union */
char *str_value;
int int_val;
};
};
struct Ident r;
r.int_val = 0;


Kompatibilitas antara C++ dan C
Program yang dituliskan dalam bahasa C seharusnya dapat dikompilasi oleh kompilator C++. Namun demikian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan

* Program tidak dapat menggunakan kata kunci dari C++ sebagai nama identifier
* Dalam C++ deklarasi fungsi "f()" berarti bahwa, f tidak memiliki parameter formal satupun, dalam C ini berarti bahwa f dapat menerima parameter dari jenis apapun
* Dalam C++, tipe dari konstanta karakter adalah char, sedangkan dalam C, tipe tersebut adalah int. Akibatnya sizeof(`a') memberikan nilai 1 di C++ dan 4 di C pada mesin yang memiliki representasi integer 4 byte.
* Setiap fungsi harus dideklarasikan (harus memiliki prototype)
* Fungsi yang bukan bertipe void, harus memiliki instruksi return
* Penanganan inisialisasi array karakter:
CODE
char ch[3] = "\C++"; /* C: OK, \C++: error */
char ch[] = "\C++"; /* OK untuk C dan \C++ *



Saran untuk C programmers

* Hindarilah penggunaan (#define) dalam program C++ seperti untuk mendefinisikan konstanta seperti pada #define MAXBUFF 1500. Gunakanlah const untuk mendefinisikan konstanta
* Gunakan inline untuk menghindari function-calling overhead
* Deklarasikan setiap fungsi (procedure) dan spesi kasikan semua tipe parameter formalnya
* Jangan gunakan malloc() maupun free(). Sebagi gantinya, gunakanlah new dan delete. Kedua operator baru ini tidak hanya sekedar mengalokasikan memori melainkan juga secara otomatis melibatkan constructor dan destructor.
* Union pada umumnya tidak memerlukan tag name, gunakanlah anonymous union


Terakhir diubah oleh Risdo tanggal Sat Oct 31, 2009 7:47 am, total 2 kali diubah
avatar
risdo
Admin
Admin

Posts : 209
Reputasi : 377
Cendol : 1
Join date : 26.10.09
Location : Bekasi

Lihat profil user http://c0b4d1b4c4.indonesianforum.net

Kembali Ke Atas Go down

default Re: Tutorial C++

Post by risdo on Thu Oct 29, 2009 1:22 pm

Class
Spoiler:

Konsep kelas dalam C++ ditujukan untuk menciptakan tipe data baru. Sebuah tipe terdiri dari kumpulan bit yang merepresentasikan nilai abstrak dari instansiasi tipe tersebut serta kumpulan operasi terhadap tipe tersebut. Sebagai contoh int adalah sebuah tipe karena memiliki representasi bit dan kumpulan operasi seperti \penambahan dua variabel bertipe int", \perkalian dua variabel bertipe int", dsb.
Dengan cara yang sama, sebuah kelas juga menyediakan sekumpulan operasi (biasanya public) dan sekumpulan data bit (biasanya non-public) yang menyatakan nilai abstrak objek dari kelas tersebut. Hubungan antara kelas dengan objek dapat dinyatakan dengan analogi berikut:
class vs. object = type vs. variable
Pendeklarasian kelas (terutama fungsi anggotanya) menentukan perilaku objek dalam operasi penciptaan, pemanipulasian, pemusnahan objek dari kelas tersebut. Dalam pemrograman dengan bahasa yang berorientasi objek dapat dilihat adanya peran perancang kelas dan pengguna kelas. Perancang kelas menentukan representasi internal objek yang berasal kelas yang dirancangnya.
Pendeklarasian kelas dilakukan seperti pendefinisian sebuah struktur namun dengan mengganti kata kunci struct dengan class. Kata kunci class dalam C++ dapat dipandang sebagai perluasan dari kata kunci struct, hanya perbedaannya nama kelas (tag-name) dalam C++ sekaligus merupakan tipe baru.

Contoh: Sebuah struct yang memiliki prosedur/fungsi
CODE
1 struct Stack { // nama tag "Stack" sekaligus menjadi tipe baru
2 /*******************
3 * function member *
4 *******************/
5 void Pop(int&);
6 void Push (int);
7 int isEmpty();
8 // ... definisi fungsi lainnya
9
10 /***************
11 * data member *
12 ***************/
13 int topStack;
14 int *data;
15 // ... definisi data lainnya
16 };

Sebuah kelas memiliki satu atau lebih member (analog dengan field pada struct). Ada dua jenis member:

* Data member, yang merupakan representasi internal dari kelas
* Function member, kumpulan operasi (service/method) yang dapat diterapkan terhadap objek, seringkali disebut juga sebagai class interface


Setiap field yang dimiliki sebuah struct dapat secara bebas diakses dari luar struktur tersebut. Hal ini berbeda dibandingkan dengan pengaksesan terhadap anggota kelas. Hak akses dunia luar terhadap anggota (data dan fungsi) diatur melalui tiga kata kunci private, public, dan protected. Setiap fungsi anggota kelas selalu dapat mengakses data dan fungsi anggota kelas tersebut (dimanapun data tersebut dideklarasikan: private, public, protected).
Sedangkan fungsi bukan anggota kelas hanya dapat mengakses anggota yang berada di bagian public. Hak akses terhadap fungsi dan data anggota kelas dinyatakan sebagai berikut:

* public
dapat diakses oleh fungsi di luar kelas (fungsi bukan anggota kelas tersebut) dengan menggunakan operator selektor (. atau ->)
* private
hanya dapat diakses oleh fungsi anggota kelas tersebut
* protected
hanya dapat diakses oleh fungsi anggota kelas tersebut dan fungsi-fungi anggota kelas turunan



Dalam deklarasi \kelas" Stack pada Contoh diatas, semua anggota bersifat public, karena hal ini sesuai dengan sifat sebuah struct. Namun jika, kata kunci \struct" diganti menjadi \class", maka semua anggota otomatis bersifat private.
Dalam contoh tersebut, fungsi-fungsi anggota Pop(), Push(), dsb hanya dideklarasikan namun belum didefinisikan. Pendefinisian anggota fungsi dapat dilakukan dengan dua cara:

* Di dalam class body, otomatis menjadi inline function
* Di luar class body, nama fungsi harus didahului oleh class scope



Contoh: Deklarasi kelas Stack beserta fungsi anggota
CODE
1 class Stack {
2 public:
3 // function member
4 void Pop(int& ); // deklarasi (prototype)
5 void Push (int); // deklarasi (prototype)
6 /*--- pendefinisian di dalam class body ---*/
7 int isEmpty() {
8 return topStack == 0;
9 }
10 private:
11
12 // data member
13 int topStack; /* posisi yang akan diisi berikutnya */
14 int *data;
15 }; // PERHATIKAN TITIK KOMA !!!
16
17 // pendefinisian member function Pop di luar
18 // class body
19 void Stack::Pop(int& item) {
20 if (isEmpty()) {
21 // error message
22 }
23 else {
24 topStack--;
25 item = data [topStack];
26 }
27 } // TIDAK PERLU TITIK KOMA !!!
28
29 void Stack::Push (int item) {
30 if (isFull()) {
31 // error message
32 }
33 else {
34 data [topStack] = item;
35 topStack++;
36 }
37 }


Pointer implisit this
Setiap objek dari suatu kelas memiliki sendiri salinan anggota data dari kelas tersebut. Namun, hanya ada satu salinan anggota fungsi untuk objek-objek dari kelas tersebut. Dengan kata lain, jika ada dua objek dari suatu kelas yang memanggil salah satu fungsi anggota kelas tersebut maka kedua objek akan menjalankan rangkaian instruksi yang terletak pada lokasi memori yang sama, tetapi anggota data yang diakses oleh fungsi anggota tersebut terletak pada dua lokasi memori yang berbeda.
Untuk menangani hal di atas, setiap function member secara implisit memperoleh argumen (parameter aktual) tersembunyi berupa pointer ke objek (implicit this pointer). Jika pointer this ini akan digunakan di dalam fungsi anggota Push di atas, setiap pengaksesan terhadap data anggota (maupun fungsi anggota) kelas Stack dapat diawali dengan `this->'.

CODE
1 void Stack::Push (int item) {
2 // . . .
3 this->data [this->topStack] = item;
4 this->topStack++;
5 // . . .
6 }


Dalam contoh berikut di atas, perhatikan bahwa parameter formal item tidak dapat dituliskan sebagai this->item karena bukan merupakan anggota kelas Stack.
Pointer this merupakan sebuah rvalue sehingga ekspresi assignment terhadap this dalam contoh berikut tidak diijinkan:
this = ...; // ruas kanan diisi suatu ekpresi
Mengapa ada this pointer?

* Pointer implisit this untuk kelas X, dideklarasikan sebagai X* this, dan digunakan untuk mengakses member di dalam kelas tersebut
* Pointer this dapat juga digunakan memberikan return value yang berjenis kelas tersebut (misalnya fungsi operator)



Objek dari Kelas
Pendeklarasian kelas tidak mengakibatkan alokasi memory untuk kelas tersebut. Memory dialokasikan jika ada objek yang didefinisikan dengan tipe kelas tersebut.
Dengan menggunakan kelas Stack di atas, berikut ini beberapa contoh pendefinisian variabel (objek) yang berasal dari kelas Stack di atas:
CODE
1 Stack myStack;
2 Stack OprStack [10];
3 Stack * pts = new Stack;
4 Stack ns = myStack; // definition & initialization
5
6 // inisialisasi di atas sama dengan instruksi berikut:
7 // ns.topStack = myStack.topstack
8 // ns.data = myStack.data
9 int x;
10
11 // constructor Stack harus sudah menjamin inisialisasi stack
12 // dengan benar
13
14 myStack.Push (99);
15 OprStack[2].Pop(x);
16 pts->Push(x);
17
18 if (myStack.isEmpty()) {
19 printf ("Stack masih kosong . . . ");
20 }


Terakhir diubah oleh Risdo tanggal Sat Oct 31, 2009 7:46 am, total 2 kali diubah
avatar
risdo
Admin
Admin

Posts : 209
Reputasi : 377
Cendol : 1
Join date : 26.10.09
Location : Bekasi

Lihat profil user http://c0b4d1b4c4.indonesianforum.net

Kembali Ke Atas Go down

default Re: Tutorial C++

Post by risdo on Thu Oct 29, 2009 1:23 pm

Pengaksesan public member
Spoiler:

Anggota yang publik dapat diakses melalui objek seperti layaknya pengaksesan field pada sebuah struct. Pengaksesan terhadap data member: jika berperan sebagai lvalue maka berarti diacu alamatnya, dan jika berperan sebagai rvalue maka berarti diacu isinya. Pengaksesan terhadap function member berarti pemanggilan terhadap fungsi tersebut.

Constructor, Destructor, dan Copy Constructor
Untuk tipe-tipe primitif (int, float, char, double, dsb.) kompilator mengetahui bagaimana mengalokasikan, menginisialisasi, dan mendealokasikan kumpulan bit yang merepresentasikan tipe tersebut. Untuk tipe data yang lebih kompleks, proses ini mungkin harus dilakukan sendiri oleh perancang kelas. Untuk keperluan tersebut, C++ menggunakan konsep constru-
ctor dan destructor. Untuk selanjutnya, dalam penulisan \ctor" akan digunakan untuk menyatakan constructor dan \dtor" untuk menyatakan destructor.
Constructor (destructor) adalah fungsi anggota (khusus) yang secara otomatis dipanggil pada saat penciptaan (pemusnahan) objek. Dalam sebuah kelas, ctor dan dtor adalah fungsi yang memiliki nama yang sama dengan nama kelas. Sebuah kelas mungkin tidak memiliki ctor atau memiliki lebih dari satu ctor. Tugas utama konstruktor adalah untuk menginisialisasi nilai-nilai dari anggota data yang dimiliki kelas. Konstruktor dapat dibedakan menjadi dua jenis:
1. Default constructor: konstruktor yang menginisialisasi objek dengan nilai(-nilai) default yang ditentukan oleh perancang kelas. Dalam deklarasi kelas, ctor ini tidak memiliki parameter formal.
2. User-defined constructor: konstruktor yang menginisialisasi objek dengan nilai(-nilai) yang diberikan oleh pemakai kelas pada saat objek diciptakannya. Dalam deklarasi kelas, ctor ini memiliki satu atau lebih parameter formal.

Destructor adalah fungsi yang namanya sama dengan nama kelas dan didahului tanda `~' (tilde). Sebuah kelas dapat memiliki paling banyak satu destructor

Sebuah objek dapat pula diciptakan dengan cara menginisialisasinya dengan objek lain yang sudah ada. Dalam hal ini, objek tersebut akan diciptakan melalui copy constructor. Untuk selanjutnya \cctor" akan digunakan untuk menyatakan copy constructor.
CODE
Stack ns = myStack; // create & init


Dengan cara di atas, inisialisasi objek dilakukan oleh "default cctor" yang melakukan bitwise copy. Hal ini dapat mengakibatkan kesalahan untuk kelas yang memiliki anggota data berupa pointer. Dengan contoh kelas Stack yang diberikan pada Contoh diatas, anggota data dari objek ns dan myStack akan mengacu ke lokasi memori yang sama, padahal kedua objek tersebut seharusnya tidak memiliki lokasi memori yang sama.
Jika \default cctor" tidak dikehendaki, perancang kelas harus mendefinisikan sebuah copy constructor.
Dalam penulisan kode sebuah kelas akan terdapat dua bagian berikut:
1. Interface / specification yang merupakan deklarasi kelas, dan
2. Implementation / body yang berisi definisi dari fungsi-fungsi anggota dari kelas tersebut.

Agar kelas dapat digunakan oleh pengguna, hanya bagian deklarasi kelas yang perlu disertakan di dalam program pengguna. Untuk itu, deklarasi kelas dituliskan ke dalam file X.h (X adalah nama kelas). Untuk mencegah penyertaan header lebih dari satu kali, deklarasi kelas dituliskan di antara #ifdef XXXX H dan #endif (atau #endif XXXX H).
CODE
1 /*---------------------------------------*
2 * Nama file: Stack.h *
3 * Deskripsi: interface dari kelas Stack *
4 *---------------------------------------*/
5 #ifndef STACK_H
6 #define STACK_H
7 class Stack {
8 public:
9 // ctor -- dtor
10 Stack(); // constructor
11 Stack (int); // constructor dengan ukuran stack
12 ~Stack(); // destructor
13
14 // fungsi-fungsi layanan
15 void Pop(int&);
16 void Push (int);
17 int isEmpty()
18 { // pendefinisian di dalam class body
19 return topStack == 0;
20 }
21 private:
22 // data member
23 const int defaultStackSize = 500; // ANSI: tidak boleh inisialisasi
24 int topStack;
25 int size;
26 int *data;
27 };
28 #endif STACK_H


CODE
1 /*-------------------------------------------------*
2 * Nama file: Stack.cc *
3 * Deskripsi: definisi function members dari kelas *
4 * Stack (implementation) *
5 *-------------------------------------------------*/
6 #include <Stack.h>
7
8 // Stack constructor
9 Stack::Stack () {
10 data = new int [defaultStackSize];
11 topStack = 0;
12 size = defaultStackSize;
13 }
14
15 // constructor dengan ukuran stack
16 Stack::Stack (int s) { /* parameter s = ukuran stack */
17 data = new int [s]; /* alokasi array integer dengan
18 * index 0 .. s-1 */
19 topStack = 0;
20 size = s;
21 }
22
23 Stack::~Stack () { // destructor
24 delete [] data; // dealokasi array integer
25 size = 0;
26 data = 0;
27 }
28
29 void Stack::Pop(int& item) {
30 if isEmpty()
31 // error message
32 else {
33 topStack--;
34 item = data [topStack];
35 }
36 }
37
38 void Stack::Push (int item) {
39 // . . .
40 data [topStack] = item;
41 topStack++;
42 // . . .
43 }


CODE
1 /*---------------------------*
2 * Nama file: main.cc *
3 * Deskripsi: Uji coba stack *
4 *---------------------------*/
5 #include <Stack.h>
6 #include ... // header file lain yang diperlukan
7
8 main ()
9 {
10 // kamus
11 Stack s1; // constructor Stack()
12 Stack s2 (20); // constructor Stack (int)
13
14 // algoritma ...
15 // kode program dituliskan di sini
16 }

Implementasi (definisi fungsi-fungsi anggota) seperti yang terlihat pada Contoh diatas dituliskan ke dalam file X.cc, X.cpp, X.cxx atau file X.C.
Dalam contoh pada Contoh ditas, cctor tidak didefinisikan sehingga jika dilakukan penciptaan objek lewat inisialisasi, data member data dari dua objek yang berbeda akan menunjuk ke lokasi yang sama. Selain itu, contoh kelas tersebut juga mendefinisikan dua konstruktor: satu default constructor (Stack::Stack()) dan satu konstruktor yang memungkinkan pemakai kelas Stack menyatakan ukuran maksimum stack yang akan digunakannya (Stack::Stack (int)).
Perhatikanlah pula bahwa ctor, dtor, maupun cctor merupakan fungsi yang tidak memiliki tipe kembalian (return type) karena fungsi-fungsi tersebut tidak dapat dipanggil secara eksplisit oleh pengguna, melainkan secara implisit oleh kompilator.

Penciptaan/Pemusnahan Objek
Setelah Stack.h didefinisikan dan Stack.cc dikompilasi menjadi Stack.o maka pengguna kelas dapat menuliskan program berikut yang kemudian dilink dengan Stack.o (atau melalui pustaka tertentu). Contoh program yang menggunakan kelas Stack di atas ditunjukkan pada Contoh diatas (main.cc).
Ada beberapa jenis objek yang dapat digunakan di dalam program C++:

* Automatic object: diciptakan jika ada deklarasi objek di dalam blok eksekusi dan dimusnahkan (secara otomatis oleh kompilator) pada saat blok yang mengandung deklarasi tersebut selesai eksekusi
* Static object: diciptakan satu kali pada saat program dimulai dan dimusnahkan (secara otomatis oleh kompilator) pada saat program selesai
* Free store object: diciptakan dengan operator new dan dimusnahkan dengan operator delete. Kedua hal ini harus secara eksplisit dilakukan oleh pengguna kelas/objek.
* Member object: sebagai anggota dari kelas lain penciptaannya dilakukan melalui memberwise initialization list.


Contoh ini menunjukkan sebuah penggalan program yang berisi tiga dari empat jenis objek di atas.
CODE
1 #include <Stack.h>
2
3 Stack s0; /* global (static) */
4
5 int reverse() {
6 static Stack tstack = ...; /* local static */
7
8 // kode untuk fungsi reverse() di sini
9 }
10
11 main () {
12 Stack s1; // automatic
13 Stack s2 (20); // automatic
14 Stack *ptr;
15
16 ptr = new Stack(50); /* free store object */
17 while (...) {
18 Stack s3; // automatic
19
20 /* assignment dgn automatic object */
21 s3 = Stack (5); // ctor Stack(5) is called
22 /* dtor Stack(5) is called */
23
24 // ... instruksi lain ...
25 }
26 /* dtor s3 is called */
27
28 delete ptr; /* dtor *ptr is called */
29 }
30 /* dtor s2 is called */
31 /* dtor s1 is called */
32
33 /* dtor s0 is called */

* Array of Objects
Untuk memberikan kemungkinan pada pemakai kelas mendeklarasikan array dari objek, kelas tersebut harus memiliki constructor yang dapat dipanggil tanpa argumen (default constructor).
Jika array diciptakan melalui operator new, destructor harus dipanggil (melalui delete) untuk setiap elemen array yang dialokasikan.

CODE
1 #include <Process.h>
2
3 Process *pa1, *pa2;
4
5 pa1 = new Process [3];
6 pa2 = new Process [5];
7
8 // ... kode yang menggunakan pa1 & pa2
9
10 delete pa1; // not OK
11 delete [] pa2; // OK


Terakhir diubah oleh Risdo tanggal Sat Oct 31, 2009 7:44 am, total 2 kali diubah
avatar
risdo
Admin
Admin

Posts : 209
Reputasi : 377
Cendol : 1
Join date : 26.10.09
Location : Bekasi

Lihat profil user http://c0b4d1b4c4.indonesianforum.net

Kembali Ke Atas Go down

default Re: Tutorial C++

Post by risdo on Thu Oct 29, 2009 1:23 pm

Copy Constructor
Spoiler:

Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan sekilas mengenai salah satu manfaat dari cctor. Pada bagian ini akan dijelaskan lebih lanjut manfaat lain dari cctor. Perhatikan Contoh dibawah
CODE
1 #include <Stack.h>
2
3 void f1 (const Stack& _) { /* instruksi tidak dituliskan */}
4
5 void f2 (Stack _) { /* instruksi tidak dituliskan */ }
6
7 Stack f3 (int) {
8 /* instruksi tidak dituliskan */
9 return ...; // return objek bertipe "Stack"
10 }
11
12 main ()
13 {
14 Stack s2 (20); // constructor Stack (int)
15
16 /* s3 diciptakan dengan inisialisasi oleh s2 */
17 Stack s3 = s2; // BITWISE COPY, jika
18 // tidak ada cctor yang didefinisikan
19 f1 (s2); // tidak ada pemanggilan cctor
20 f2 (s3); // ada pemanggilan cctor
21 s2 = f3 (-100); // ada pemanggilan cctor dan assignment
22 }


Dengan menggunakan deklarasi Stack.h yang sudah diberikan pada bagian tersebut, penciptaan objek s3 melalui inisialisasi oleh s1 akan mengakibatkan terjadinya proses penyalinan bit perbit dari objek s1 ke s3. Hal ini terjadi karena kelas Stack belum memiliki copy constructor.

Dalam kelas Stack seperti yang terlihat pada Contoh stack.h, proses penyalinan bit per bit ini akan mengakibatkan efek yang tidak diinginkan. Nilai dari data anggota topStack dan size dapat disalin bit per bit tanpa masalah, tetapi jika nilai data anggota data disalin bit per bit akan terjadi adanya dua objek berjenis Stack yang mengacu ke lokasi memori yang sama, padahal seharusnya keduanya mengacu ke lokasi memori yang berbeda. Untuk menghindari hal ini, kelas Stack harus mendefinisikan sebuah copy constructor.

Copy constructor (cctor) dipanggil pada saat penciptaan objek yang dilakukan melalui:

* Deklarasi variabel dengan inisialisasi
* Pemberian parameter aktual ke parameter formal yang dilakukan secara \pass by value". Dalam Contoh diatas, parameter aktual s2 diberikan ke fungsi fi f1() tanpa adanya pemanggilan copy constructor sedangkan parameter aktual s3 diberikan ke fungsi f2() dengan adanya pemanggilan copy constructor.
* Pemberian nilai kembalian fungsi yang nilai kembaliannya bertipe kelas tersebut (bukan pointer atau reference). Dalam Contoh diatas hal ini terjadi pada saat instruksi return dijalankan, bukan pada saat nilai kembalian diassign ke variabel s2.



Copy constructor untuk kelas MyClass dideklarasikan sebagai fungsi dengan nama MyClass dan memiliki sebuah parameter formal berjenis const reference dari kelas MyClass.
CODE
MyClass(const MyClass&);

Parameter aktual yang diberikan pada saat eksekusi adalah objek (yang akan diduplikasi) yang digunakan untuk menginisialisasi objek yang sedang diciptakan oleh cctor.
Deklarasi kelas Stack harus ditambahkan dengan deklarasi cctor yang sesuai seperti terlihat pada Contoh berikut:
CODE
1 class Stack {
2 public:
3 Stack(); // constructor
4 Stack (int); // constructor dengan ukuran stack
5 Stack (const Stack&); // copy constructor
6 ~Stack(); // destructor
7 // ...anggota-anggota lain tidak dituliskan...
8 };


Yang harus dituliskan dalam definisi cctor adalah kode yang membuat penciptaan objek secara inisialisasi menjadi benar. Dalam contoh Stack di atas, yang harus dilakukan adalah mengalokasikan tempat untuk data member data agar setiap objek yang berasal dari kelas Stack memiliki lokasi memori terpisah untuk menyimpan datanya. Perhatikan Contoh berikut:

CODE
1 Stack::Stack (const Stack& s)
2 {
3 int i;
4
5 size = s.size;
6 topStack = s.topStack;
7 data = new int [size]; // PERHATIKAN: data member "data" harus di
8 // alokasi ulang, tidak disalin dari
9 // "s.data".
10 for (i=0; i<size; i++)
11 data[i] = s.data[i];
12 }


Untuk memahami pemanggilan ctor, cctor, dtor perhatikan bagian berikut. Misalkan pada deklarasi kelas Stack di tambahkan beberapa instruksi seperti terlihat pada Contoh berikut:
CODE
1 /* Nama file: Stack.h */
2 /* Deskripsi: ujicoba constructor, destructor, */
3
4 #ifndef STACK_H
5 #define STACK_H
6 class Stack {
7 public:
8 Stack() { printf ("ctor %x\n", this); }
9 Stack (const Stack&) { printf ("cctor %x\n", this); }
10 ~Stack() { printf ("dtor %x\n", this); }
11 };
12 #endif STACK_H


yang dipanggil oleh program pada Contoh berikut:
CODE
1 /*-----------------------------------------------*
2 * Nama file: test.cc *
3 * Deskripsi: pengamatan pemanggilan ctor, dtor, *
4 * cctor *
5 *-----------------------------------------------*/
6 #include <Stack.h>
7
8 f (Stack _) {
9 printf ("ffffffff\n");
10 }
11
12 Stack ll;
13
14 main() {
15 printf ("11111111\n");
16 Stack x;
17 printf ("22222222\n");
18 Stack y = x;
19 printf ("33333333\n");
20 f(x);
21 printf ("44444444\n");
22 }


Terakhir diubah oleh Risdo tanggal Sat Oct 31, 2009 7:44 am, total 3 kali diubah
avatar
risdo
Admin
Admin

Posts : 209
Reputasi : 377
Cendol : 1
Join date : 26.10.09
Location : Bekasi

Lihat profil user http://c0b4d1b4c4.indonesianforum.net

Kembali Ke Atas Go down

default Re: Tutorial C++

Post by risdo on Thu Oct 29, 2009 1:25 pm

Constructor Initialization List
Spoiler:

Misalkan ada sebuah kelas Parser yang memiliki data member yang bertipe Stack seperti yang dideklarasikan di atas dan salah satu ctor dari Parser memberikan kemungkinan pengguna objek untuk menciptakan objek Parser dengan sekaligus menyatakan ukuran Stack yang dapat digunakan Parser tersebut. Perhatikan Contoh berikut (Kelas Parser yang memiliki data member bertipe Stack)
CODE
1 #include <Stack.h>
2
3 class Parser {
4 public:
5 Parser(int);
6 // ...
7 private:
8 Stack sym_stack, op_stack;
9 // ...
10 };


Pada saat constructor Parser::Parser(int) dipanggil, anggota data sym stack akan diciptakan dan diinisialisasi melalui konstruktor default Stack::Stack(). Bagaimana jika inisialisasi ingin dilakukan melalui user-defined constructor Stack::Stack(int)? Ada dua cara untuk melakukan hal ini:

* Member sym stack diciptakan melalui default ctor, lalu ctor Parser::Parser() melakukan operasi assignment. Dengan cara seperti ini terjadi pemanggilan konstruktor Stack::Stack() (tanpa parameter) serta fungsi yang menangani operasi assignment (dua kali pemanggilan).
* ctor Parser::Parser() melakukan inisialisasi Stack melalui member initialization list seperti ditunjukkan pada Contoh berikut:
CODE
1 Parser::Parser(int x) : sym_stack (x), op_stack (x)
2 {
3 // ...
4 }

Dengan cara ini, hanya ada satu kali pemanggilan konstruktor yaitu Stack::Stack (int)



Manfaat constructor initialization list adalah performansi yang lebih baik. Oleh karena itu, anggota data yang bertipe non-primitif sebaiknya diinisialisasi melalui cara ini.
Constructor initialization list dapat digunakan untuk menginisialisasi beberapa member sekaligus. Untuk melakukan hal ini, nama anggota data yang diinisialisasi dituliskan setelah parameter formal konstruktor dan setiap nama anggota diikuti oleh sejumlah argumen yang sesuai dengan user defined constructor yang ada. Dalam Contoh diatas, anggota data sym stack dan op stack diinisialiasi dengan menggunakan satu parameter aktual karena kelas Stack dalam contoh yang sudah disajikan memiliki user defined constructor dengan satu parameter formal.

Const Member
Pada deklarasi variabel, atribut const menyatakan bahwa variabel tersebut bersifat konstan dan nilainya tidak dapat diubah oleh siapapun. Anggota data (data member) maupun anggota fungsi (function member) dapat juga memiliki atribut const. Makna dari atribut ini adalah:

* Anggota data yang memiliki atribut const berarti bahwa nilai anggota data tersebut akan tetap sepanjang waktu hidup objeknya. Standard ANSI mengharuskan pengisian nilai awal terhadap anggota data const dilakukan pada saat objek tersebut diciptakan. Bandingkanlah dengan definisi konstan yang juga memanfaatkan pengisian nilai awal pada saat penciptaan berikut:
CODE
const int max_size = 5000;

Untuk sebuah objek, pengisian tersebut harus dilakukan melalui constructor initialization list
* Anggota fungsi yang memiliki atribut const berarti bahwa fungsi tersebut tidak akan mengubah objek yang memanggilnya.
Object yang ditandai sebagai const tidak boleh memanggil fungsi anggota yang tidak memiliki atribut const karena hal tersebut dapat mengakibatkan perubahan status objek tersebut.



Dalam contoh Stack di atas, fungsi yang dapat mendapatkan atribut const adalah isEmpty(), sedangkan data yang dapat mendapatkan atribut const adalah size. Pada Contoh dibawah ditunjukkan bagaimana penulisan deklarasi fungsi dan data tersebut setelah mendapatkan atribut const.
Contoh Pemanfaatan const pada anggota fungsi
CODE
1 class Stack {
2 // ...
3 public:
4 Stack ();
5 Stack (int s);
6 Stack (const Stack&);
7 int isEmpty() const; /* keyword `const' dituliskan pada
8 * deklarasi maupun definisi
9 * member function */
10 private:
11 const int size;
12 };
13
14 int Stack::isEmpty () const { // <== PERHATIKAN "const"
15 //...
16 }
17
18 Stack::Stack () : size (defaultStacksize) {
19 }
20
21 Stack::Stack (int p) : size (p) {
22 }
23
24 Stack::Stack (const Stack& s) : size (s.size) {
25 }


Static Member
Setiap objek di dalam kelas memiliki sendiri member datanya. Dalam keadaan tertentu diperlukan anggota data yang digunakan bersama oleh seluruh objek dari satu kelas objek tersebut. Hal ini misalnya dapat digunakan untuk menghitung jumlah objek yang sudah diciptakan.
CODE
1 class Stack {
2 public:
3 // ... fungsi lain
4
5 private:
6 static int n_stack; // static data member!!
7 // ... data & fungsi lain
8 };

Inisialisasi anggota statik tidak dapat dilakukan di dalam constructor, melainkan di luar deklarasi kelas dan di luar fungsi anggota. Inisialisasi anggota data yang statik dilakukan di file implementasi (X.cc), jangan di dalam file header.
CODE
// inisialisasi anggota data yang statik
// di dalam file Stack.cc
int Stack::n_stack = 0;

Anggota fungsi yang hanya mengakses anggota (data maupun fungsi) statik dapat dideklarasikan sebagai static function
CODE
1 class Stack {
2 // ...
3 public:
4 static int NumStackObj ();
5 };
6
7 int Stack::NumStackObj() {
8 // kode yang mengakses hanya data member statik
9 }


Untuk memahami anggota statik (fungsi maupun data) bandingkanlah dengan deklarasi variabel lokal statik berikut:
CODE
1 void SuatuFungsi ()
2 {
3 static int v = -1;
4
5 // ... instruksi ...
6 }
Jika atribut statik tidak digunakan, maka umur hidup dan keberadaan variabel v sepenuhnya bergantung pada umur hidup dan keberadaan fungsi SuatuFungsi. Dengan dituliskannya atribut static maka umur hidup dan keberadaan variabel v tidak lagi bergantung pada SuatuFungsi. Hanya visibility v yang ditentukan oleh SuatuFungsi. Demikian juga
dengan anggota yang dideklarasikan dengan atribut static. Umur hidup dan keberadaan mereka tidak ditentukan oleh kelas yang melingkupinya.
Sebagai akibatnya, pada anggota fungsi / data yang statik berlaku sifat-sifat berikut:

* Anggota fungsi statik dapat dipanggil tanpa melalui objek dari kelas tersebut, misalnya:
CODE
if (Stack::NumStackObj() > 0) {
printf (".....");
}
* Anggota fungsi statik tidak memiliki pointer implisit this
* Data member yang statik diinisialisasi tanpa perlu adanya objek dari kelas tersebut



Friend
Dalam C++, sebuah kelas (A) atau fungsi (F) dapat menjadi friend dari kelas lain (B). Dalam keadaan biasa, kelas A maupun fungsi F tidak dapat mengakses anggota (data/fungsi) nonpublic milik B. Dengan adanya hubungan friend ini, A dan F dapat mengakses anggota nonpublic dari B. Deklarasi friend dituliskan dari pihak yang memberikan ijin. Pemberian ijin ini tidak bersifat dua arah, yang berarti dalam kode berikut, kelas B tidak memiliki hak untuk mengaskses anggota non-public dari kelas A. Dalam contoh ini, realisasinya adalah:
CODE
1 class B { // kelas "pemberi ijin"
2 friend class A;
3 friend void F (int, char *);
4
5 private:
6 // ...
7 public:
8 //...
9 };

Fungsi yang dideklarasikan dengan atribut friend merupakan fungsi di luar kelas sehingga objek parameter aktual mungkin dilewatkan secara call-by-value. Akibatnya operasi yang dilakukan terhadap objek bukanlah objek semula, melainkan salinan dari objek tersebut. Fungsi anggota merupakan fungsi di dalam kelas dan operasi yang dilakukannya selalu berpengaruh pada objek sesungguhnya.
Kriteria penggunaan atribut friend:

* Sedapat mungkin hindari penggunaan friend. Penggunaan friend di antara kelas menunjukkan perancangan kelas yang kurang baik. Jika kelas A menjadikan kelas B sebagai friend maka kemungkinan besar kelas A dan B seharusnya tidak dipisahkan
* Jika operasi yang dijalankan oleh sebuah fungsi friend mengubah status dari objek, operasi tersebut harus diimplementasikan sebagai fungsi anggota
* Gunakan friend untuk overloading pada operator tertentu



Nested Class
Dalam keadaan tertentu, perancang kelas membutuhkan pendeklarasian kelas di dalam deklarasi suatu kelas tertentu. Sebagai contoh pada deklarasi kelas List yang merupakan list dari integer, kita mungkin membutuhkan deklarasi kelas ListElem untuk menyatakan elemen list tersebut. Operasi-operasi terhadap list dide nisikan di dalam kelas List, namun
demikian ada kemungkinan operasi-operasi ini membutuhkan pengaksesan terhadap bagian non-publik dari kelas ListElem sehingga penggunaan friend dituliskan di dalam kelas ListElem seperti yang terlihat pada Contoh berikut:
Contoh Kelas List dan ListElem
CODE
1 class List;
2
3 class ListElem {
4 friend class List;
5 public:
6 //
7 private:
8 };
9
10 class List {
11 public:
12 //
13 private:
14 //
15 };

Sesungguhnya, pemakai kelas List tidak perlu mengetahui keberadaan kelas ListElem. Yang perlu ia ketahui adalah adanya layanan untuk menyimpan nilai (integer) ke dalam list tersebut maupun untuk mengambil nilai dari list tersebut.
Dalam keadaan di atas, kelas ListElem dapat dijadikan sebagai nested class di dalam kelas List dan deklarasinya dapat dituliskan seperti pada Contoh berikut:
CODE
1 class List {
2 //
3 //
4 class ListElem {
5 //
6 //
7 };
8 };

Namun demikian, ada pertanyaan yang mungkin muncul: "Dimanakah kelas ListElem dideklarasikan? Di bagian publik atau non-publik?". Jika ditempatkan pada bagian public dari kelas List, maka bagian publik dari kelas ListElem akan tampak ke luar kelas List sebagai anggota yang juga publik. Sebaliknya, jika ditempatkan pada bagian non-publik, maka
bagian publik dari kelas ListElem akan tersembunyi terhadap pihak luar kelas List, namun akan tetap terlihat oleh anggota-anggota kelas List. Efek terakhir inilah yang diinginkan, sehingga dengan demikian deklarasi kelas ListElem ditempatkan di bagian non-publik seperti yang ditunjukkan pada Contoh dibawah. Dalam keadaan ini juga kemungkinan besar kelas ListElem tidak perlu memiliki bagian non-publik.
Contoh Deklarasi ListElem di dalam List
CODE
1 class List {
2 public:
3 // bagian public kelas List
4 // ...
5 private:
6 class ListElem {
7 public:
8 // semua anggota ListElem berada pada bagian publik
9 };
10
11 // definisi anggota private kelas List
12 };


* Fungsi Anggota Nested Class
Dalam contoh List dan ListElem di atas, pende nisian kelas ListElem berada di dalam lingkup kelas List sehingga nama scope yang harus digunakan dalam mendefinisikan kelas ListElem adalah "List::ListElem" bukan hanya sekedar "ListElem::". Jika kelas List merupakan kelas generik yang memiliki parameter generik Type, maka nama scope menjadi
"List<Type>::ListElem".

Perhatikan Contoh berikut.

CODE
1 // File: List.h
2 template <class Type>
3 class List {
4 public:
5 //... bagian ini tidak dituliskan ...
6 private:
7 class ListElem {
8 public: // seluruh anggota bersifat publik
9 ListElem (const Type&);
10 ListElem (const ListElem&);
11 ListElem& operator (const ListElem&);
12 Type info; // <-- perhatikan parameter generik
13 ListElem* next;
14 };
15 };
16
17
18 template <class Type>
19 List<Type>::ListElem::ListElem (const Type& v) : info (v) {
20 next = 0;
21 }
22
23 template <class Type>
24 List<Type>::ListElem::ListElem (const ListElem& x) : info (x.info) {
25 next = x.next;
26 }
27
28 template <class Type>
29 List<Type>::ListElem& List<Type>::ListElem::operator= (const ListElem& x) {
30 info = x.info;
31 next = x.next;
32 return *this;
33 }


Penggunaan nama parameter generik Type di dalam nested class ListElem pada baris 12 mengakibatkan kelas ListElem menjadi kelas generik. Perhatikanlah pula penulisan nama scope pada baris 19, 24, dan 29, serta jenis kembalian fungsi "operator=" dari kelas ListElem.


Link : http://www[dot]bluefame[dot]com/index[dot]php?showtopic=133818



Terakhir diubah oleh Risdo tanggal Sat Oct 31, 2009 7:38 am, total 3 kali diubah
avatar
risdo
Admin
Admin

Posts : 209
Reputasi : 377
Cendol : 1
Join date : 26.10.09
Location : Bekasi

Lihat profil user http://c0b4d1b4c4.indonesianforum.net

Kembali Ke Atas Go down

default Re: Tutorial C++

Post by risdo on Thu Oct 29, 2009 1:26 pm

Operator Overloading dan Fungsi operator
Spoiler:

Function overloading adalah fasilitas yang memungkinkan sebuah nama fungsi yang sama dapat dipanggil dengan jenis & jumlah parameternya (function signature) yang berbeda-beda. Sebenarnya hal ini sudah sering kita gunakan, secara tidak langsung, tanpa sadar.
Misalnya, untuk penambahan dua bilangan kita menggunakan menggunakan simbol + baik untuk penambahan integer maupun real.

CODE
int a, b, c;
float x, y, z;
c = a + b; /* "fungsi +" di-overload */
z = x + y;

Jika penambahan dituliskan sebagai fungsi tambah(), maka kedua operasi tersebut dapat dituliskan sebagai:
CODE
c = tambah (a, b);
z = tambah (x, y);

dengan sebelumnya mendeklarasikan dua prototipe fungsi tambah sbb:
CODE
int tambah (int, int);
float tambah (float, float);

Fasilitas function name overloading dalam C++ dapat juga diterapkan pada simbol-simbol operasi. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh perancang kelas untuk menggunakan simbol-simbol operator dalam pemanipulasian objek, seperti pada contoh berikut:
CODE
Matrix A, B, C;
C = A * B; /* perkalian matrix */
Complex x, y, z;
x = y / z; /* pembagian bilangan kompleks */
Process p;
p << SIGHUP; /* pengiriman sinyal dalam Unix */

Hal ini dapat diwujudkan oleh perancang kelas dengan menggunakan fungsi anggota yang namanya terdiri kata kunci operator dan diikuti oleh simbol operator yang digunakan.
Fasilitas ini disebut sebagai fungsi operator (operator function). Dalam contoh-contoh di atas, perancang kelas Matrix, Complex, dan Process harus menuliskan deklarasi kelas seperti pada Contoh berikut:
CODE
//Contoh Deklarasi kelas yang memanfaatkan operator
1 class Matrix {
2 public:
3 // fungsi-fungsi operator
4 friend Matrix& operator* (const Matrix&, const Matrix&);
5 // ...
6 };
7
8 class Complex {
9 // ...
10 public:
11 Complex& operator/ (const Complex&);
12 // ...
13 };
14
15 class Process {
16 // ...
17 public:
18 void operator<< (int);
19 // ...
20 };


Dari contoh di atas terlihat dua bentuk pendeklarasian fungsi operator:
(a) sebagai nonanggota atau (b) sebagai fungsi anggota biasa.
Dalam contoh-contoh di atas, seluruh operator merupakan operator biner (menerima dua argumen), namun terdapat perbedaan jumlah argumen ketika diimplementasikan sebagai fungsi non-anggota atau sebagai fungsi anggota.
Jika diimplementasikan sebagai fungsi anggota, maka fungsi tersebut memiliki pointer implisit this sehingga pada saat operasi dilakukan pointer this tersebut akan menunjuk ke alamat objek pada "ruas kiri" dari operasi. Dalam contoh kelas Complex di atas, operasi pembagian dua bilangan kompleks diwakili oleh fungsi anggota operator/ yang menerima
satu parameter. Parameter tersebut mewakili objek pada ruas kanan operasi.

Misalkan dalam contoh Stack yang sudah dibahas sejauh ini akan ditambahkan fungsi operator untuk push, dan pop dengan menggunakan simbol operator <<, dan >>. Pada kelas Stack harus ditambahkan tiga prototipe fungsi berikut seperti terlihat pada Contoh berikut:

CODE
//Contoh Deklarasi kelas Stack yang memanfaatkan fungsi operator
1 class Stack {
2 //
3 public:
4 void operator<< (int); // untuk push
5 void operator>> (int&); // untuk pop
6 // ...
7 };


Definisi dari kedua fungsi operator ini adalah sama seperti definisi dari prosedur Push() dan Pop(). Bahkan jika juga dide nisikan, prosedur Push() dan Pop() dapat dipanggil dari dalam kedua fungsi operator tersebut seperti tertera pada Contoh berikut:
CODE
//Contoh Pendefinisian fungsi operator pada kelas Stack
1 void Stack::operator<<(int item) {
2 Push (item);
3 }
4
5 void Stack::operator>>(int& item) {
6 Pop (item);
7 }

Bandingkanlah prototipe void operator<< (int) dengan void Push (int). Dari kedua prototipe ini tampak bahwa pengguna kelas Stack dapat memanfaatkan fungsi dengan nama Push dan operator<<. Demikian juga void operator>> (int&) dengan void Pop (int&). Dengan sudut pandang ini, maka pengguna kelas Stack dapat menuliskan kode
seperti pada Contoh berikut:
CODE
//Contoh Pemanfaatan fungsi operator
Stack s, t;
s.Push (100);
t.operator<< (500);

Selain dengan cara di atas, fungsi operator dapat dipanggil seperti layaknya operator-operator lainnya, sehingga operasi "t.operator>>(500)" di atas dapat juga dituliskan sebagai:
CODE
t << 500;


Jika operator<< dan operator>> diimplementasikan sebagai non-anggota (friend) maka deklarasi kelas dan definisi kedua fungsi tersebut menjadi seperti terlihat pada Contoh berikut:
CODE
//Contoh Fungsi operator sebagai fungsi non-anggota
1 class Stack {
2 friend void operator<< (Stack&, int);
3 friend void operator>> (Stack&, int&);
4 //...
5 public:
6 //...
7 private:
8 //...
9 };
10
11 void operator<< (Stack& s, int v) {
12 s.Push (v);
13 }
14
15 void operator>> (Stack& s, int& v) {
16 s.Pop (v);
17 }

Dengan didefinisikannya kedua operator sebagai fungsi non-anggota maka pengguna dapat memanfaatkan operasi tersebut hanya sebagai operator << atau >>, dan tidak sebagai fungsi dengan nama operator<< atau operator>>. Pemanfaatan yang benar diberikan pada Contoh berikut:
CODE
//Contoh Pemanfaatan fungsi operator yang dideklarasikan sebagai non-anggota
Stack s;
s.operator<< (500); // ERROR
s << 500; // OK


Terakhir diubah oleh Risdo tanggal Sat Oct 31, 2009 7:48 am, total 1 kali diubah
avatar
risdo
Admin
Admin

Posts : 209
Reputasi : 377
Cendol : 1
Join date : 26.10.09
Location : Bekasi

Lihat profil user http://c0b4d1b4c4.indonesianforum.net

Kembali Ke Atas Go down

default Re: Tutorial C++

Post by risdo on Thu Oct 29, 2009 1:26 pm

Fungsi anggota atau non-anggota
Spoiler:
Terdapat perbedaan antara implementasi fungsi operator sebagai fungsi anggota atau sebagai fungsi non-anggota. Beberapa perbedaan tersebut berkaitan dengan:

* Jumlah parameter formal.
Dalam implementasi sebagai fungsi non-anggota banyaknya parameter formal sama dengan banyaknya operand yang dibutuhkan oleh operator tersebut. Sedangkan dalam implementasi sebagai fungsi anggota, banyaknya parameter formal berkurang satu dari banyaknya operand yang dibutuhkan operator. Hal ini dapat terlihat dari contoh Stack di atas yang menggunakan operator biner >> dan <<.
* Jenis parameter pertama.
Karena fungsi anggota memiliki pointer implisit this maka fungsi operator yang diimplementasikan sebagai fungsi anggota hanya dapat dipanggil jika "ruas kiri" operator adalah objek dari kelas yang mendefinisikan operator tersebut. Misalkan pada contoh Stack perancang kelas menyediakan fungsi operator+ (int) yang dapat digunakan pemakai kelas untuk memperbesar kapasitas maksimum stack.

Perhatikan Contoh berikut:
//Contoh Pengaruh ruas kiri pada operator
//Deklarasi kelas Stack
CODE
1 class Stack {
2 //...
3 void operator+ (int);
4 //
5 };
6
7 void Stack::operator+ (int dsize)
8 {
9 // kode untuk mengubah kapasitas stack sebesar "dsize"
10 }


dengan pemanggilan
CODE
1 Stack s, t;
2 int inc = 4;
3
4 s + 4; // OK: ekivalen dengan t = s.operator+ (4);
5 inc + s; // ERROR: tipe data tidak cocok

* Sifat komutatif.
Jika perancang kelas bermaksud untuk memanfaatkan operator biner secara komutatif dan salah satu operand bukan berasal dari kelas tersebut maka kelas tersebut harus mendeklarasikan dua fungsi dengan nama yang sama, dan karena sifat nomor (2) di atas, salah satu fungsi operator tersebut harus diimplementasikan sebagai fungsi non-anggota. Misalkan pada kelas Stack diinginkan operator + dapat dipanggil secara komutatif seperti pada Contoh diatas, maka perancang kelas wajib mendeklarasikan kelas seperti pada Contoh berikut:
CODE
//Contoh Implementasi operasi komutatif
1 class Stack {
2 //...
3 friend void operator+ (Stack&, int);
4 friend void operator+ (int, Stack&);
5 //
6 };
7
8 void operator+ (Stack& s, int m)
9 {
10 s.UbahKapasitas (m); // misalkan memanggil fungsi "private"
11 }
12
13 void operator+ (int m, Stack& s)
14 {
15 s.UbahKapasitas (m); // misalkan memanggil fungsi "private"
16 }


Untuk keseragaman penulisan, dalam contoh tersebut kedua fungsi diimplementasikan sebagai fungsi friend.



Kriteria penentuan implementasi sebagai fungsi anggota atau non-anggota suatu kelas:

* Operator (biner) yang ruas kirinya bertipe kelas tersebut dapat diimplementasikan sebagai fungsi non-anggota maupun fungsi anggota
* Operator (biner) yang ruas kirinya bertipe lain harus diimplementasikan sebagai fungsi non-anggota
* Operator assignment ("="), subscript ("[]"), pemanggilan ("()"), dan selektor ("->") harus diimplementasikan sebagai fungsi anggota
* Operator yang (dalam tipe standard) memerlukan operand lvalue seperti assignment dan arithmetic assignment (=, +=, ++, *=, dst) sebaiknya diimplementasikan sebagai fungsi anggota
* Operator yang (dalam tipe standard) tidak memerlukan lvalue (+, -, &&, dst) operand sebaiknya diimplementasikan sebagai fungsi non-anggota



Beberapa manfaat fungsi operator:

1. Operasi aritmatika terhadap objek-objek matematik lebih terlihat alami dan mudah dipahami oleh pembaca program. Bandingkanlah:
CODE
c = a*b + c/d + e;

dengan
CODE
c = tambah (tambah (kali (a,b), bagi(c,d)), e);
2. Dapat menciptakan operasi input/output yang seragam dengan memanfaatkan stream I/O dari C++
3. Pengalokasian dinamik dapat dikendalikan perancang kelas melalui fungsi operator new dan delete.
4. Batas index pengaksesan array dapat dikendalikan lewat operator []



Perancangan operator overloading

* Operator yang secara otomatis dide nisikan untuk setiap kelas adalah assignment (`=') dan address of (`&').
* Dalam menerapkan operasi terhadap objek melalui fungsi operator, pilihlah operator yang memiliki makna yang paling mendekati makna aslinya
* Overloading tidak dapat dilakukan terhadap operator berikut: `::' (scope), `.*' (member pointer selector), `.' (member selector), `?:' (arithmetic if), dan sizeof().
* Urutan presedensi operator tidak dapat diubah. Tabel 2 menunjukkan seluruh operator yang dide nisikan di dalam C++ beserta sifat asosiatif dan urutan presedensinya.
* Sintaks (arity, banyaknya operand) dari operator tidak dapat diubah
* Operator baru tidak dapat diciptakan. Jadi misalnya tidak dapat simbol '<>' digunakan untuk menyatakan operasi "tidak sama dengan" karena simbol ini tidak dikenal didalam bahasa C++
* Operator ++ dan -- tidak dapat dibedakan antara versi postfix dan infix
* Fungsi operator harus merupakan fungsi anggota atau paling sedikit salah satu argumen berasal dari kelas yang dioperasikan



Operator =
Fungsi operator= termasuk sebagai operator yang didefinisikan otomatis oleh kompilator, yaitu diimplementasikan sebagai operasi penyalinan bit-per-bit. Kadang kala efek ini tidak diinginkan oleh perancang kelas dan perancang kelas menuliskan secara eksplisit perilaku operasi ini.

Secara sepintas operasi assignment mirip dengan copy constructor, namun kedua operasi tersebut memiliki keadaan awal yang berbeda. Pada operasi assignment a = b, kedua objek sudah tercipta sebelumnya sedangkan pada copy constructor seperti misalnya di dalam penciptaan dengan inisialisasi Stack s = t;, hanya satu objek (t) yang sudah tercipta, sedangkan objek s sedang dalam proses penciptaan.

Pada saat assignment, kedua objek mungkin memiliki atribut yang berbeda. Misalnya dalam contoh Stack kapasitas kedua stack dapat berbeda. Dalam keadaan seperti ini, perancang kelas dapat membatalkan operasi operator= atau mengubah atribut dari objek di ruas kiri. Dalam menyediakan layanan fungsi operator=, perancang kelas harus memperhatikan hal ini dan menentukan aturan yang akan ditetapkan pada operator=. Dalam contoh berikut ini, ditetapkan aturan bahwa objek Stack dapat diassign satu sama lain walaupun misalnya ukuran maksimum kedua stack tersebut berbeda.

CODE
Stack& Stack::operator= (const Stack& s)
/* assign stack "s" ke stack "*this" */
{
int i;
delete [] data; // bebaskan memory yang digunakan sebelumnya
size = s.size;
data = new int [size]; // alokasikan ulang
topStack = s.topStack;
for (i=0; i<topStack; i++)
data [i] = s.data[i];
return *this;
}


Return value dari fungsi operator=()
Dalam bahasa C pemrogram dapat menuliskan perintah assignment berantai sbb:
CODE
int a, b, c;
a = b = c = 4; // aksi eksekusi: a = (b = (c = 4));


operator = memiliki sifat asosiatif kanan, sehingga aksi eksekusinya adalah seperti yang terlihat pada komentar program di atas.
Jika perancang kelas menginginkan operasi assignment berantai dapat juga diterapkan pada kelas yang dirancangnya, maka nilai kembali dari operator= harus ditulis dengan tepat.
Jika dipandang sebagai operator= pada kelas, operasi berantai di atas dapat dituliskan sebagai:
CODE
ObjType a, b, c;
a.operator= ( b.operator= ( c.operator= (4) ) )

Agar operator= dapat dipanggil berantai maka operator= haruslah memiliki nilai kembali bertipe ObjType atau ObjType&. Jika operator= memiliki nilai kembali lain, misalnya void, maka operasi berantai tersebut di atas akan dideteksi sebagai kesalahan oleh kompilator. Jika perancang kelas berkeputusan untuk menggunakan nilai kembali bertipe ObjType
atau ObjType&, maka yang harus diberikan sebagai nilai kembali adalah objek yang sudah mengalami operasi assignment, dalam hal ini adalah objek yang ditunjuk oleh pointer implisit this. Dengan demikian, di akhir alur kode fungsi operator= akan terlihat perintah
CODE
return *this
.

Setelah mengetahui manfaat fungsi operator= perancang kelas memahami bahwa untuk memperoleh operasi inisialisasi dan assignment yang benar, setiap kelas yang dirancangnya harus memperhatikan definisi dari empat fungsi anggota berikut:

1. Constructor (default constructor maupun user-defined constructor),
2. Destructor,
3. Copy constructor, dan
4. Operasi assignment


Perhatikahlah Contoh berikut
CODE
//Contoh Fungsi anggota minimal yang harus dimiliki sebuah kelas
class XC {
public:
XC (...); // constructor
XC (const XC&); // copy constructor
XC& operator= (const XC&); // assignment
~XC(); // destructor
//... member public yang lain
private:
// ...
};


Operator[]
Dapat digunakan untuk melakukan subscripting terhadap kelas objek. Parameter kedua (index/subscript) dapat berasal dari tipe data apapun: integer, float, character, string, maupun tipe/kelas yang didefinisikan user.

Template Function
Seringkali kita membutuhkan suatu operasi yang sejenis terhadap tipe yang berbeda-beda. Sebagai contoh penentuan minimum dari dua objek. Definisi sederhana dari fungsi min() terhadap integer
CODE
int min(int a, int b)
{
return a < b ? a : b;
}


Jika akan diterapkan juga terhadap float
CODE
float min(float a, float b)
{
return a < b ? a : b;
}

Untuk setiap tipe yang akan dimanipulasi oleh fungsi min(), harus ada sebuah fungsi untuk tipe tersebut. Untuk mengatasi hal ini, "trick" yang biasa digunakan adalah dengan definisi makro
CODE
#define mmin(a,b) ((a) < (b) ? (a) : (b))

Namun makro tersebut dapat memberikan efek yang tidak diinginkan pada ekspansi berikut:
CODE
if (mmin (x++, y) == 0) printf ("....");

Akan diekspansi sebagai kode:
CODE
if (((x++) < (y) ? (x++) : (y)) == 0) printf ("....");

Untuk mengatasi hal ini, C++ menyediakan fasilitas fungsi template. Pendeklarasian fungsi template dituliskan dengan cara menuliskan prefix "template <class XYZ>" sebelum nama fungsi.
CODE
template <class Tjenis>
Tjenis min (Tjenis a, Tjenis b)
{
return a < b ? a : b;
}

Contoh lain misalnya untuk menghitung nilai minimum dari sebuah array.
CODE
template <class Type>
Type min_arr (const Type x[], int size)
/* mencari minimum dari array */
{
Type min_val;
int i;
min_val = x[0];
for (i=1; i<size; i++) {
if (x[i] < min_val)
min_val = x[i];
}
return min_val;
}


Deklarasi fungsi template seperti di atas belum merupakan definisi fungsi (belum ada instruksi yang dihasilkan oleh kompilator pada saat deklarasi template di atas dibaca). Dalam hal ini dikatakan bahwa fungsi tersebut belum diinstansiasi. Instansiasi dilakukan pada saat kompilator mengetahui ada pemanggilan fungsi pada nama generik tersebut. Sebagai akibatnya, deklarasi fungsi template harus dituliskan di dalam file header.

Dengan adanya template, C++ menyediakan deklarasi fungsi generik / algoritma generik yang dapat diinstansiasi bergantung pada tipe yang diperlukan pemakai. Standard Template Library (STL) adalah pustaka C++ baru yang hampir seluruhnya didasarkan pada konsep fungsi generik ini.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan fungsi template:

* Banyaknya nama tipe (kelas) yang dicantumkan di antara `<' dan `>' dapat lebih dari satu. Dalam penulisannya setiap nama tipe harus didahului oleh kata kunci class.
CODE
template <class T1, T2> // SALAH: seharusnya <class T1, class T2>
void .....
* Nama tipe yang dicantumkan di antara `<' dan `>' harus tercantum sebagai function signature.
CODE
template <class T1, class T2, class T3>
T1 myFunc (T2 a, T3 b)
/* error: T1 bukan bagian dari signature */
{
/* ... */
}
* Definisi fungsi template dapat disertai oleh definisi "non-template" dari fungsi tersebut. Dalam contoh berikut fungsi min arr dideklarasikan sebagai fungsi generik namun untuk tipe Complex yang akan digunakan adalah fungsi non-generik yang dideklarasikan.
CODE
template <class Type>
Type min_arr (const Type x[], int size)
{
// ...
}
Complex min_arr (const Complex x[], int size)
/* specialized instantiation dari min_arr
untuk kelas Complex */
{
// fungsi yang akan digunakan untuk
// tipe Complex
}


Terakhir diubah oleh Risdo tanggal Sat Oct 31, 2009 7:50 am, total 1 kali diubah
avatar
risdo
Admin
Admin

Posts : 209
Reputasi : 377
Cendol : 1
Join date : 26.10.09
Location : Bekasi

Lihat profil user http://c0b4d1b4c4.indonesianforum.net

Kembali Ke Atas Go down

default Re: Tutorial C++

Post by risdo on Thu Oct 29, 2009 1:27 pm

Kelas Generik
Spoiler:
Selain pada fungsi, konsep template dapat diterapkan juga pada kelas. Misalnya denganmenggunakan contoh Stack yang sudah diberikan dan dengan fasilitas template ini, perancang kelas dapat dengan mudah menciptakan Stack of integer, Stack of double, Stack of character, Stack of Complex, Stack of Process, Stack of String, dsb.
Fasilitas template C++ memberikan kemungkinan untuk membangkitkan kelas-kelas di atas melalui instansiasi dari kelas generik. Untuk menciptakan kelas generik, perancang kelas harus dapat mengidentifikasi parameter-parameter mana yang menentukan sifat kelas.
Dalam contoh Stack yang diberikan parameter yang menentukan kelas adalah jenis int yang berkaitan dengan data yang disimpan di dalam Stack. Deklarasi kelas Stack yang ditunjukkan pada Contoh stack yang sudah dipost diatas dapat diubah menjadi deklarasi kelas Stack generik seperti pada Contoh berikut:
CODE
//Contoh Deklarasi kelas Stack generik
1 template <class Type>
2 class Stack {
3 public:
4 // ctor-cctor-dtor
5 Stack(); // default ctor
6 Stack (int); // ctor dengan ukuran max stack
7 Stack (const Stack&); // cctor
8 ~Stack();
9
10 // services
11 void Push (Type); // <=== parameter generik
12 void Pop (Type&); // <=== parameter generik
13 int isEmpty() const;
14 int isFull() const;
15 // operator
16 Stack& operator= (const Stack&);
17 void operator<< (Type); // <=== parameter generik
18 void operator>> (Type&); // <=== parameter generik
19
20 private:
21 const int defaultStackSize = 500; // ANSI: tidak boleh inisialisasi
22 int topStack;
23 int size;
24 Type *data; // <=== parameter generik
25 };

Untuk menciptakan objek dari kelas generik, pemrogram menuliskan deklarasi objek dengan sintaks:
CODE
kls-generik < tipe-instansiasi > objek;


CODE
Stack<int> a; // Stack of integer
Stack<double> b (30); // Stack of double, kapasitas maks = 30
Stack<Complex> c; // Stack of Complex

CATATAN:

* nama Stack<int>, Stack<double>, ... dapat dipandang sebagai nama tipe baru!
* Definisi fungsi anggota harus dituliskan sebagai fungsi template dan scope yang semula dituliskan sebagai Stack:: harus dituliskan sebagai Stack<Type>::. Hal ini harus dilakukan untuk seluruh fungsi anggota kelas tersebut. Sebagai contoh, konstruktor dan fungsi anggota Push() dituliskan sebagai fungsi template berikut ini:
CODE
template <class Type>
Stack<Type>::Stack ()
{
size = defaultStackSize;
topStack = 0;
data = new TYPE [size];
}
template <class Type>
void Stack<Type>::Push (Type item)
{
// ...
if (!isFull()) {
data [topStack] = item;
topStack++;
}
// ...
}

Sebelumnya dijelaskan bahwa dalam penulisan kelas ke dalam file, bagian deklarasi kelas dituliskan ke file X.h dan bagian definisi fungsi-fungsi anggota dituliskan ke file X.cc. Jika kelas generik digunakan untuk mendeklarasikan kelas, maka baik deklarasi kelas generik maupun definisi fungsi generik dituliskan ke dalam file X.h. Sehingga untuk contoh Stack di atas, keduanya dituliskan di dalam file Stack.h.
* Di luar konteks definisi kelas generik, nama tipe yang dapat digunakan (misalnya oleh fungsi, deklarasi variabel/objek, dsb.) adalah nama tipe hasil instansiasi. Dalam contoh di atas tipe hasil instansiasi adalah Stack<int>, Stack<double>, dan Stack<Complex>.
Hal ini juga berlaku pada fungsi anggota kelas. Jika misalkan ada fungsi anggota kelas generik Stack::Reverse() yang memerlukan objek lokal bertipe Stack yang generik maka deklarasinya adalah:
CODE
template <class Type>
void Stack<Type>::Reverse() {
Stack<Type> stemp; // objek lokal yang generik
// ...algoritma dari Reverse()...
}


Terakhir diubah oleh Risdo tanggal Sat Oct 31, 2009 7:50 am, total 1 kali diubah
avatar
risdo
Admin
Admin

Posts : 209
Reputasi : 377
Cendol : 1
Join date : 26.10.09
Location : Bekasi

Lihat profil user http://c0b4d1b4c4.indonesianforum.net

Kembali Ke Atas Go down

default Re: Tutorial C++

Post by risdo on Thu Oct 29, 2009 1:27 pm

Pewarisan & Penurunan Kelas
Spoiler:

Konsep-konsep yang berkaitan erat dengan pemrograman berorientasi objek adalah: objek, kelas, pewarisan (inheritance), polymorphism, dan dynamic binding. Di antara konsep-konsep tersebut, pewarisan adalah konsep yang merupakan ciri unik dari model pemrograman berorientasi objek. Konsep-konsep lainnya juga ditemukan dalam model pemrograman lainnya. Tanpa inheritance, pemanfaatan bahasa C++ hanyalah sekedar abstract data type programming, bukan object-oriented programming.

Konsep pewarisan memungkinkan perancang kelas untuk mende nisikan dan mengimplementasikan sebuah kelas berdasarkan kelas-kelas yang sudah ada. Konsep ini jugalah yang mendukung fasilitas penggunaan ulang (reuse). Jika sebuah kelas A mewarisi kelas lain B, maka A merupakan kelas turunan (derived class/ subclass) dan B merupakan kelas
dasar (base class/superclass). Seluruh anggota (data & fungsi) di B akan berada juga di kelas A, kecuali constructor, copy constructor, destructor, dan operator=, karena setiap kelas memiliki ctor, cctor, dtor, dan operator= sendiri. Akibat dari pewarisan, kelas A akan memiliki dua bagian: bagian yang diturunkan dari B dan bagian yang didefinisikan sendiri
oleh kelas A dan bersifat spesifik terhadap A. Dalam konteks ini, objek B yang muncul di dalam A dapat dipandang sebagai sub-objek dari. Penurunan kelas dituliskan dalam C++ sebagai berikut:

CODE
class kelas-turunan :mode-pewarisan kelas-dasar
// ...


Mode-pewarisan mempengaruhi tingkat pengaksesan setiap anggota (fungsi/data) kelas dasar jika diakses melalui fungsi di luar kelas dasar maupun di luar kelas turunan. Bagi fungsi di dalam kelas turunan, semua anggota (fungsi/data) di dalam bagian public atau protected selalu dapat diakses. Perubahan tingkat pengaksesan akibat pewarisan/penurunan ini ditunjukkan pada Tabel berikut

Tingkat-Akses di kelas dasar | private | protected | public
private | private | private | private
protected | private | protected | protected
public | private | protected | public

Tabel Tingkat pengaksesan pada kelas turunan

Pada tabel tersebut tingkat akses private dari kelas dasar tidak ditunjukkan karena walaupun diwariskan dari kelas dasar ke kelas turunan, anggota yang berada di bagian private tidak dapat diakses oleh kelas turunan, walaupun anggota tersebut diwariskan ke kelas turunan. Tabel di atas menunjukkan bahwa, misalnya, anggota di kelas dasar yang berada pada bagian public jika diturunkan secara protected akan menjadi anggota yang bersifat protected di kelas turunan.

Makna private:, protected:, dan public: dalam deklarasi kelas sudah dijelaskan pada post sebelumnya. Dalam suatu kelas, jika tingkat pengaksesan
private: dipandang sebagai "sangat tertutup" (hanya fungsi anggota kelas tersebut yang dapat mengakses anggota yang disebutkan pada bagian ini) dan
public: sebagai "sangat terbuka" (fungsi manapun, didalam atau di luar kelas dapat mengakses anggota dalam bagian ini), maka
protected: dapat dipandang sebagai "setengah terbuka" atau "setengah tertutup" (hanya kelas turunan
yang dapat mengakses anggota pada bagian ini).

Dengan memanfaatkan contoh Stack yang sudah ada, misalkan perancang kelas akan membuat kelas baru GStack ("growing stack") yang berperilaku seperti stack namun memiliki kemampuan untuk memperbesar dan memperkecil kapasitasnya secara otomatis. Dengan kemampuan ini, jika operasi Push() dilakukan pada stack yang sudah penuh, kapasitas stack tersebut akan diperbesar secara otomatis dengan sejumlah memori tertentu (ditentukan oleh
perancang). Demikian juga jika operasi Pop() dilakukan dan kapasitas yang tidak terpakai melebihi jumlah tertentu maka secara otomatis kapasitas stack tersebut diperkecil.

Dari penjelasan di atas terlihat bahwa kelas GStack dapat diwariskan dari kelas Stack. Untuk menciptakan perilaku seperti dijelaskan di atas, perancang kelas GStack harus melakukan hal-hal berikut:

1. Mengubah perilaku Pop() dan Push() yang ada pada kelas Stack
2. Menambahkan anggota data yang digunakan untuk menyimpan faktor penambahan/penciutan kapasitas stack



Karena ada anggota yang harus ditambahkan, perancang kelas turunan GStack harus mendefinisikan anggota di dalam kelas tersebut. Misalkan faktor penambahan/penciutan dicatat dalam anggota gs unit (grow/shrink unit). Deklarasi kelas GStack ditunjukkan pada Contoh berikut:

CODE
//Contoh Deklarasi kelas GStack yang diturunkan dari Stack
1 // File GStack.h
2 // Deklarasi kelas GStack
3
4 #ifndef GSTACK_H
5 #define GSTACK_H
6
7 #include "Stack.h"
8
9 class GStack : public Stack {
10 public:
11 // ctor, cctor, dtor, oper=
12 GStack();
13 GStack(const GStack&);
14 ~GStack();
15 GStack& operator=(const GStack&);
16
17 // redefinition of Push & Pop
18 void Push (int);
19 void Pop (int&);
20 void operator<<(int);
21 void operator>>(int&);
22
23 private:
24 int gs_unit;
25
26 // fungsi untuk mengubah kapasitas
27 void Grow();
28 void Shrink();
29
30 };
31 #endif GSTACK_H


Misalkan perancang kelas GStack menetapkan GStack::Push() akan memeriksa apakah stack penuh atau tidak. Jika ya, berarti kapasitas stack harus diperbesar. Untuk keperluan ini GStack::Push() cukup memanfaatkan Stack::isFull(). Sebaliknya, GStack::Pop() harus memeriksa apakah setelah operasi \pop" terjadi kekosongan kapasitas. Jika ya, berarti
kapasitas stack harus diperkecil. Untuk mengetahui hal ini, GStack::Pop() harus mengetahui nilai size dan topStack, padalah kedua data tersebut berada pada bagian private:.

Sebagai akibatnya, kedua data tersebut harus dipindahkan ke bagian protected:.

Akibat pewarisan, objek yang diciptakan dari kelas GStack juga memiliki data anggota dari kelas Stack seperti topStack, data, dsb. Demikian juga dengan fungsi anggota Stack.
Kelas GStack juga secara otomatis memiliki fungsi anggota isEmpty() dan isFull(). Pemilikan anggota dari kelas dasar belum tentu berarti kelas dasar dapat mengakses anggota tersebut karena hal ini bergantung pada hak akses yang diterapkan di kelas dasar.

Ctor, dtor, cctor, dan operator= Kelas Dasar
Bagi kelas turunan, komponen kelas dasar merupakan subobjek yang dimiliki kelas turunan. Sebagai akibatnya, pada penciptaan objek dari kelas turunan, konstruktor kelas dasar akan diaktifkan sebelum konstruktor kelas turunan. Sebaliknya pada saat pemusnahan objek kelas turunan, destruktor kelas dasar dipanggil setelah destruktor kelas turunan.
Penanganan copy constructor pada kelas turunan, dibedakan menjadi tiga kasus:

1. Kelas turunan tidak memiliki cctor, kelas dasar memiliki
2. Kelas turunan memiliki cctor, kelas dasar tidak memiliki
3. Baik kelas turunan maupun kelas dasar memiliki cctor


Pada kasus (1) cctor kelas dasar akan dipanggil, inisialisasi kelas turunan dilakukan dengan default cctor (bitwise copy). Pada kasus (2) dan (3), cctor dari kelas dasar tidak dipanggil, inisialisasi kelas dasar menjadi tanggung jawab kelas turunan.
Penginisialisasian kelas dasar oleh kelas turunan melalui ctor atau cctor dilakukan melalui constructor initialization list seperti yang dijelaskan pada post sebelumnya. Dalam contoh GStack di atas, cctor harus didefinisikan dengan menggunakan nama kelas dasar. Perhatikanlah cctor di dalam Contoh berikut di baris 11-13.

CODE
//Contoh Definisi fungsi anggota GStack
1 // File GStack.cc
2 // Definisi fungsi-fungsi anggota kelas GStack
3
4 #include <stdio.h>
5 #include "GStack.h"
6
7 GStack::GStack() {
8 gs_unit = 10;
9 }
10
11 GStack::GStack(const GStack& s) : Stack (s) {
12 gs_unit = s.gs_unit;
13 }
14
15 GStack::~GStack() {
16 /* tidak ada yang perlu dilakukan */
17 }
18
19 GStack& GStack::operator=(const GStack& s) {
20 Stack::operator= (s);
21 gs_unit = s.gs_unit;
22 return *this;
23 }
24
25 void GStack::Push (int x) {
26 if (isFull()) Grow();
27 Stack::Push(x);
28 }
29
30 void GStack::Pop (int& x) {
31 Stack::Pop(x);
32 if (size - topStack > gs_unit) Shrink();
33 }
34
35 void GStack::operator<<(int x) { Push(x); }
36
37 void GStack::operator>>(int& x) { Pop(x); }
38
39 void GStack::Grow() {
40 // ... kode untuk memperbesar kapasitas
41 }
42
43 void GStack::Shrink() {
44 // ... kode untuk memperkecil kapasitas
45 }


Assignment ditangani dengan cara yang sama seperti inisialisasi, yaitu jika kelas turunan tidak mendefinisikan operator= maka operator= dari kelas dasar akan dipanggil (jika ada).
Sebaliknya, jika kelas turunan mendefinisikan operator= maka operasi assignment dari kelas dasar menjadi tanggung jawab kelas turunan. Perhatikanlah baris 19-23 dari Contoh diatas.


Terakhir diubah oleh Risdo tanggal Sat Oct 31, 2009 7:53 am, total 4 kali diubah
avatar
risdo
Admin
Admin

Posts : 209
Reputasi : 377
Cendol : 1
Join date : 26.10.09
Location : Bekasi

Lihat profil user http://c0b4d1b4c4.indonesianforum.net

Kembali Ke Atas Go down

default Re: Tutorial C++

Post by risdo on Thu Oct 29, 2009 1:27 pm

Polymorphism dan Fungsi Anggota Virtual
Spoiler:
Karena ciri-ciri yang ada di kelas Stack juga muncul di kelas GStack, objek-objek yang berasal dari kelas GStack memiliki sifat sebagai GStack dan sekaligus sebagai Stack. Karakteristik terakhir ini berkaitan dengan polymorphism (poly = banyak, morph = bentuk).
Dalam C++ reference (untuk selanjutnya disingkat "ref") dan pointer (disingkat "ptr") dapat bersifat polimorfik. Sifat polimorfik mengakibatkan sebuah ref/ptr memiliki tipe statik dan tipe dinamik. Tipe statik adalah tipe pada saat ref/ptr tersebut dideklarasikan di dalam program. Tipe dinamik adalah tipe yang dapat berubah pada saat eksekusi program, bergantung pada objek yang ditunjuk/diacu ptr/ref tersebut. Berdasarkan tipe dinamiknya ini, ptr/ref dalam C++ dapat memanggil anggota kelas yang berasal dari kelas berbeda-beda.
Penentuan anggota mana yang dipanggil, dilakukan pada saat eksekusi (dynamic binding). Hal ini yang membedakan antara pemberian parameter secara value dengan pointer/reference.
Dalam contoh, berikut, perintah s.Push() yang dipanggil oleh FuncVal adalah Stack::Push walaupun parameter s bertipe GStack. Karena parameter formal bukan berupa sebuah pointer maupun reference.
CODE
#include <GStack.h>
void FuncVal (Stack s) {
s.Push (10);
}


Jika digunakan pointer atau reference seperti pada Contoh berikut,

CODE
//Contoh Sifat Polimorfik melalui pointer atau reference
1 #include <GStack.h>
2
3 void FuncPtr (Stack *t) {
4 t->Push (10);
5 }
6
7 void FuncRef (Stack& u) {
8 u.Push (10);
9 }
10
11 main()
12 {
13 Stack s;
14 GStack gs;
15
16 FuncRef (s); // u.Push akan memanggil Stack::Push()
17 FuncRef (gs); // u.Push akan memanggil GStack::Push()
18
19 FuncPtr (&s) // t->Push akan memanggil Stack::Push();
20 FuncPtr (&gs); // t->Push akan memanggil GStack::Push()
21 }


maka parameter formal dapat bersifat polimorfik. Dalam contoh tersebut, parameter formal memiliki tipe statik dan
dinamik seperti ditunjukkan pada Tabel berikut.

Parameter Formal Tipe Statik Tipe Dinamik
t Stack* Stack* dan GStack*
u Stack& Stack& dan GStack&

Untuk memanfaatkan sifat polimorfik fungsi yang dipanggil melalui ptr/ref harus dideklarasikan sebagai fungsi anggota virtual. Pendeklarasian virtual ini harus dicantumkan pada kelas dasar. Dalam hal ini, pada kelas Stack. Modifikasi
deklarasi kelas Stack diberikan pada Contoh berikut:

CODE
//Contoh Modifikasi deklarasi kelas Stack
1 // File: Stack.h
2 // Deklarasi kelas Stack
3
4 #ifndef STACK_H
5 #define STACK_H
6 #include "StackExp.h"
7
8 class Stack {
9 public:
10 // ctor, cctor, dtor, & oper=
11 Stack(); // default ctor
12 Stack(int); // user-defined ctor
13 Stack(const Stack&); // cctor
14 ~Stack(); // dtor
15
16 public:
17 // services
18 virtual void Push (int); // <=== penambahan "virtual"
19 virtual void Pop (int&); // <=== penambahan "virtual"
20 int isEmpty() const;
21 int isFull() const;
22 void Cetak() const;
23
24 // operator
25 Stack& operator= (const Stack&);
26 virtual void operator<< (int); // "Push" <=== penambahan "virtual"
27 virtual void operator>> (int&); // "Pop" <=== penambahan "virtual"
28
29 private:
30 const int defaultStackSize = 1000;
31 int *data;
32
33 protected: // dipindahkan dari private ke protected
34 int topStack;
35 int size;
36 };
37 #endif STACK_H
// ctor, dtor, cctor
//...
virtual ~Stack();
//
};


Pendefinisian ulang fungsi anggota virtual di kelas turunan harus menggunakan nama, jenis nilai kembali, dan function signature yang sama dengan di kelas dasar.
Di dalam kelas turunan (GStack), destruktor tidak perlu dideklarasikan virtual karena destruktor kelas yang diturunkan dari kelas lain yang memiliki dtor virtual otomatis bersifat virtual.









Sumber : http://www[dot]bluefame.com/index[dot]php?showtopic=133818
avatar
risdo
Admin
Admin

Posts : 209
Reputasi : 377
Cendol : 1
Join date : 26.10.09
Location : Bekasi

Lihat profil user http://c0b4d1b4c4.indonesianforum.net

Kembali Ke Atas Go down

default Re: Tutorial C++

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik